Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan

01/03/12

Pengajar yang tidak laik

Ada berapa banyak pengajar (guru atau dosen)? Tergantung dari banyak sekolah.
Ada berapa banyak sekolah di Indonesia? Tergantung dari banyaknya siswa.
Ada berapa banyak siswa di Indonesia? Tergantung dari kemampuan orang tua siswa membiayai sekolah.

Pertanyaan yang saya ingin jawabanya adalah: berapa banyak pengajar yang laik? Omong kosong apabila pengajar di Indonesia sebagian besar sudah laik mengajar. Amati beberapa sekolah dan instansi tenaga pendidik kemudian tempatkan anda pada posisi siswa sepenuhnya lalu anda akan tahu bagaimana rasanya menjadi siswa yang diajari oleh pengajar yang tak laik.

Kualifikasi nyatanya tidak menjamin sekolah benar-benar menyeleksi tenaga pendidik mereka. Asalkan memiliki riwayat pendidikan yang cukup, maka sudah dapat diterima dengan terbuka.Asalkan memiliki teman atau saudara di sekolah yang memiliki kekuasaan maka sudah bisa mulai bekerja. Ironis karena sekarang mengajar menjadi suatu pekerjaan demi mengaharapkan bayaran, bukan semata-mata ingin menyalurkan ilmu dan mengajarkan pola pikir yang lebih baik. Bahkan muncul istilah guru profesional, dimana guru menjadi sebuah profesi.

Pengalaman yang saya alami adalah terdapat banyak macam pengajar selama saya sekolah dan kuliah hingga saat ini. Namun mereka semua bisa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan menempatkan posisi saya sebagai siswa. 

04/07/10

Membuat alat peraga Gerak Proyektil

Berawal dari materi perkuliahan wajib yaitu Fisika Dasar, saya dikejutkan dengan seorang dosen FPMIPA UPI yang amat brilian membuat sebuah alat yang belum terpikirkan oleh saya sendiri sebelumnya. (Appreciate for Mr. Syaiful Karim)
Lanjut mulai aja prakteknya:
1. Alat dan bahan

22/04/10

Wisudaan UPI hari ini!

Salam,
Sekarang adalah tanggal 22 April 2010. Kegiatan yang sedang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia adalah wisudaan mahasiswa yang sudah lulus (semoga dapat saya rasakan untuk 3 tahun kedepan terhitung posting ini dibuat. Amiin).
 (gedung FPMIPA (jica) - my campus)
Berharap buat belajar hal baru merupakan kesempatan yang sangat langka yang ada setiap hari. Blogging merupakan hal yang baru bagi saya pribadi.
Hal yang dapat saya temukan hari ini yaitu:

1. Pencarian buku berhasil
Jika kamu membutuhkan buku, jangan beli. Download saja atau request buku di situs-situs di ini: www.indowebster.web.id --> daftar terus login masuk thread ebook, ada lagi nih www.dbebooks.biz --> daftar juga terus login cari deh pake search engine mereka. Cari saja buku apapun insyaAlloh ada.
Buku yang sudah ditemukan diantaranya: "Mathematical Methods in The Physical Sciences"(meskipun sudah punya versi bajakannya yang saya beli 75rb saja), "Physics by Paul A, Tipler" (sudah punya juga dan ternyata sama banget cuma bahasanya saja yang berbeda), "Mathematica for Physics"



2. ebook gak cuma PDF aja
Ada tipe lain daripada PDF dengan ekstensi *.pdf yaitu file DJVU dengan ekstensi file *.djvu atau *.djv . Nih tampilan awalnya:
biasanya akan lebih ringan ukuran filenya daripada PDF tetapi kualitasnya hampir sama.
Sedikit tentang file DJVU (dibaca dejavu), DJVU direkomendasikan sebagai alternatif pengganti file PDF. Dapat mengkompresi warna hingga 40-70kB, background base hitam putih hingga 15-40kB, naskah teks biasa hingga 100kB dan rata-rata membutuhkan 500kB untuk gambar berformat JPEG. File DJVU juga sudah support dengan OCR (Optical Character Recognition) sehingga dapat meng-kopi, paste, dan pencarian kata. Biasanya file DJVU digunakan untuk menyimpan gambar hasil scanning tetapi sekarang digunakan juga untuk ebook.
Perbandingannya
Jika sebuah file yang sama dalam format PDF(110 halaman, high-resolution) berukuran 155MB, dalam format JPEG 128MB maka dalam format DJVU hanya sektitar 3MB!!!
download WinDJview(program buat membuka file DJVU) --> windjview.sourceforge.net

3. Buat yang suka bermain game tapi kalah terus
Menggunakan cheat dalam game merupakan hal yang biasa saja, tetapi akan lebih fleksibel jika kita pake trainer. Cheat hanya akan memakan ruang otak(dihapalin maksudnya). Tapi kalo pake trainer, cheat tersebut disederhanakan menjadi beberapa tombol (nambah deh ruang otak)
Cari saja trainer sesuai game yang sedang kamu gunakan saat ini di
http://www.cheathappens.com
dijamin manjur.

Cukup segitu aja pelajaran buat hari ini, selebihya ana mau nyari lagi sesuatu yang bermanfaat.
Bye bye now

17/10/09

Tes Unit itu gak segampang yang dikira

Suatu ketika, mata kuliah matematika fisika 1 di suatu universitas terkemuka di Indonesia khususnya di Bandung.
Bercerita tentang matematika, bukanlah hal yang sulit *maksudnya karena saya suka dengan matematika gitu* makanya saya ikuti dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya *rame pisah belajar matematika* makanya jadi pelajaran favorit. Saya belajar dengan semangat pada kala itu yang mata kuliahnya ternyata ada 4 sks (banyak amat). Saya ikuti setiap lembar demi lembar halaman textbook yang isinya matematika semua *tapi saya suka*.
Buku textbook kala itu Judulnya Kalkulus karangan seseorang yang saya kira adalah J. Purcell.
Saya sangat menyukai matematika sejak smp, nilai matematika saya paling berkualitas dibanding teman sekelas saya yang lainnya. Bahkan saya menjadi tutor bagi teman sekelas yang pusing soal matematika gitu.
Ternyata eh ternyata saya lupa akan sesuatu. Di mata kuliah tertulis Matematika tetapi kata kedua yang saya lihat adalah Fisika! Selama ini dibohongi oleh dua kata tersebut.
Memang saat mata kuliah matfis I yang saya ikuti belajar matematika semua *satu buku kalkulus J. Purcell jilid satu habis dilahap*. Pada waktu tes unit ke 1 (diferensial Integral) yang saya temui adalah, soal-soal pengembangan fisika yang ada Diferensial dan integralya. Dengan penuh keyakinan saya melepas soal-soal yang ada hubungannya dengan fisika (karena memang saya belum belajar akan hal itu) dan hanya mengerjakan soal-soal yang ada kalkulusnya. Celaka memang, dengan melihat aproksimasi nilai, yang saya kerjakan maksimal nilainya C. Parah pisan.
Pelajaran yang saya ambil:
1. Tetap belajar jangan berhenti berjuang karena saya ingat orang tua yang susah payah membiayai saya buat kuliah di Jurusan Fisika
2. Percayai kemampuan sendiri, saya bahkan melewatkan yang saya tidak yakin di soal tes unit tersebut
3. Kerjakan tugas, jangan sampai numpuk!
4. Baca Judul Mata Kuliah baik-baik jangan sampai salah kaprah
5. Tetap berdo'a pada Yang Maha Kuasa